Iklan adobe

Hari Pers Nasional 2025

iklan adsterra

teks

iklan google

Iklan

terkini

Belajar Nilai Positif Dari Pitutur Jawa' NARIMO ING PANDUM"

SUARA MEDIA NEWS
7/01/23, 22:18 WIB Last Updated 2023-07-01T15:18:54Z

ilustrasi gambar : google

 

suaramedianews.com

Wong Jowo, hidup sebagai orang jawa (wong jowo) yang tentu dulu dibesarkan dengan tata cara dan nilai-nilai Jawa, sudah barang tentu sedikit banyak akrab dengan budaya jawa.  Awalnya jika mendengar nasehat jawa atau pitutur jowo, saya kurang memperhatikan, tapi dengan berjalannya waktu makin sadar bahwa nilai-nilai jawa yang dulu saya anggap kuno ternyata masih cocok dan relevan sampai sekarang tentu untuk pedoman hidup, contohnya seperti kalimat “NARIMO ING PANDUM”

  

Narimo Ing Pandum (Menerima Dalam Pembagian)

 

Yang saya tahu tentang “Narimo In Pandum (menerima dalam pembagian) kurang lebih seperti dalam hidup kita/orang sebaiknya menerima jalan hidupnya sekarang dan menjalaninya dengan iklas dan baik. Contohnya

  

Jika saat ini atau saya sekarang menjadi seorang pekebun, maka hendaknya saya menjalani pekerjaan sebagai pekebun tentunya dengan sepenuh hati. tidak malas, tidak menggerutu, tidak menyesal apalagi menyalahkan keadaan dan lebih parahnya lagi samapai menyalahkan Tuhan.

 

Misalnya ini misalnya Jika saya atau anda hidup sebagai orang yang hanya pas pasan atau lebih lagi kekurangan, maka jalani saja apa adanya. tidak usah merasa yang paling susah, yang paling menderita, yang paling apes, dan apalah namanya,.  tidak perlu iri dengan yang lain atau bahkan sampai membenci orang kaya. manfaatkan saja hasil usaha kita yang minim itu dengan cerdas, tentu sambil ber ihtiar mencari-cari peluang atau celah usaha untuk menambah pemasukan dan penghasilan pasti harus dengan cara yang dengan baik.

  

Misalnya lagi ini missal, kalau kita dikaruniai pasangan yang kurang sempurna menurut versi kita, tidak ganteng, atau tidak cantik, atau tidak pinter, atau kurang gaul, atau ndeso,atau tidak modis, atau kurang kaya pokoknya apa saja yang kurang-kurang lainnya, maka terima saja apa adanya, karena yang ada untuk kita saat ini adalah yang terbaik karena itu anugerah dari Tuhan. yang terpenting adalah orangnya berhati baik dan mencintai kita. Dan perlu diingat kita juga bukan orang sempurna. Yakin dengan penuh percaya di balik semua itu ada banyak kelebihan, karena belum tentu yang terlihat dimata kita “sempurna” belum tentu memiliki sesuatu seperti yang kita miliki saat ini.  

 

Perlu dipahami bahwa nasihat ini tidak mengajarkan kita bersikap berhenti, macet atau mandeg dan tidak berusaha lagi  mencari jalan hidup yang lebih baik. mencari pekerjaan yang lebih baik boleh dan harus, tetapi pekerjaan di tangan tidak boleh diabaikan.


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Belajar Nilai Positif Dari Pitutur Jawa' NARIMO ING PANDUM"

Terkini

Topik Populer

Iklan melayang